Semakin berkembangnya zaman, Pertanian lebih condong ke arah pemanfaatan kimia sintetis baik dari pupuk maupun pestisida. Akibat pemakaian pupuk dan pestisida kimia yang berlebihan membuat berkurangnya kesuburan tanah dan lingkungan menjadi rusak. Sistem pemakaian pupuk kimia serta pestisida membuat kesuburan tanah turun.

Dalam Upaya mencegah berkurangnya penggunaan pupuk dan pestisida kimia dalam mewujudkan Pertanian berkelanjutan, maka perlu dilakukan Gerakan yakni Genta Proganik. Genta Proganik merupakan singkatan dari Gerakan Pertanian Probolinggo Organik. Artinya Gerakan ini merupakan Gerakan dalam budidaya Pertanian baik tanaman pangan maupun hortikultura yang menggunakan bahan-bahan organic atau non kimia dimulai saat pengolahan tanah, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit tanaman, dan pemeliharaan tanaman hingga panen.

Pada Senin tanggal 23 September 2024, Dilakukan Deklarasi Gerakan Tani Probolinggo Organik (Genta Pro Organik) oleh Asosiasi petani organik Bayu Indah Kota Probolinggo. Para petani inilah yang akan memelopori gerakan pertanian organik.

Setelah deklarasi dilakukan, selanjutnya dilakukan penerapan inovasi dengan pelatihan budidaya pertanian organik (dalam hal ini sebagai uji coba pada tanaman padi) pada September – Desember 2024 yang dilaksanakan oleh Bidang Tanaman Pangan, Hortikulturan dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan yang meliputi Pembuatan dan penggunaan bahan organik mulai dari persiapan lahan, treatmen benih/bibit, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit hingga sampai panen dan pasca panen yang diikuti oleh 20 orang dimana peserta terbagi merata pada 5 Kecamatan di Kota Probolinggo. Pelatihan ini dilakukan dan disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik wilayah lahan masing-masing kecamatan.

Tidak hanya untuk Petani, Gerakan Pertanian Probolinggo Organik juga diterapkan pada kegiatan P2L (Pekarangan Pangan Lestari) sebanyak 10 kelompok yang berisi masing-masing kelompok 25 orang (total 250 orang) dan kegiatan pelatihan Budidaya Cabai Irigasi Tetes yang diikuti oleh 20 orang pada tiap kecamatan (total 120 orang).dari awal pengolahan tanah hingga panen. Pelaksanaan Pelatihan didalamnya terdapat praktek cara pembuatan pupuk organic (PGPR, MOL atau Mikroorganisme Lokal, Bokashi Cair) dan pestisida organic (Pestisida Nabati dari bahan temulawak, sereh, daun mimba). Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk organic berasal dari limbah organic seperti air cucian beras, sisa sayuran dan buah, air limbah tahu, urine sapi/kambing, dan bahan organic lainnya.

Pembuatan PGPR bersama Petani Kecamatan Kademangan (A) dan Kecamatan Wonoasih (B)

Pembuatan POC (Pupuk Organik Cair) bersama Ibu-Ibu KWT Sekar Melati Kecamatan Kanigaran (A) dan Ibu-Ibu P2L RW 04 Kecamatan Kedopok

Manfaat yang diperoleh dari pengaplikasian Pupuk organic cair (PGPR, MOL, dan Bokashi Cair) yakni tanaman lebih sehat, lebih tahan terhadap hama dan penyakit serta perubahan cuaca, dan menghasilkan produk pertanian yang rendah residu kimia serta kesuburan tanah tetap terjaga dan berkelanjutan. Melalui Genta Proganik ini, diharapkan mampu memberdayakan petani dalam memproduksi bahan-bahan organik secara mandiri, sehingga dapat meningkatkan kemandirian dan keberlanjutan sektor pertanian di Kota Probolinggo. Selain itu petani maupun kelompok Wanita tani diajak aktif dalam mengembangkan budidaya Pertanian secara organic dilahan atau lingkungan masing-masing yang mudah dalam proses pembuatannya dan mudah dalam pengaplikasiannya, sehingga mampu menjaga kelestarian lahan Pertanian Kota Probolinggo.

  • Petunjuk Teknis Genta Proganik (Gerakan Pertanian Probolinggo Organik) dapat dibaca disini.
  • Kontak Pengaduan Genta Proganik silahkan klik disini.