Probolinggo – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo menghadirkan inovasi NYERBU (Nyemil Ikan di Hari Rabu) sebagai upaya meningkatkan konsumsi ikan masyarakat sekaligus memperkuat pemasaran produk olahan hasil perikanan yang dihasilkan Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar).

Kepala DKPPP Kota Probolinggo, Fitriawati, mengatakan inovasi tersebut lahir dari tantangan yang dihadapi pelaku usaha olahan perikanan, mulai dari keterbatasan akses pemasaran, fluktuasi permintaan pasar, hingga rendahnya eksposur produk lokal kepada masyarakat. Di sisi lain, masih banyak masyarakat yang belum menjadikan ikan sebagai pilihan konsumsi sehari-hari.

“Melalui NYERBU, kami ingin menghadirkan cara yang sederhana namun berkelanjutan untuk membiasakan masyarakat mengonsumsi produk olahan ikan. Tidak hanya mengajak masyarakat gemar makan ikan, tetapi juga membuka ruang pemasaran yang lebih luas bagi Poklahsar binaan DKPPP,” ujar Fitriawati.

Ia menjelaskan, NYERBU dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu di area perkantoran, ruang publik maupun lokasi strategis lainnya. Konsep tersebut mengusung pendekatan perubahan perilaku melalui pembiasaan, sehingga masyarakat diingatkan untuk menyisihkan satu hari dalam sepekan menikmati aneka produk berbahan dasar ikan.

Menurut Fitriawati, inovasi ini memiliki keunikan karena tidak berhenti sebagai kegiatan promosi semata. NYERBU juga menjadi media pembinaan bagi Poklahsar melalui proses kurasi yang dilakukan secara berkala. Penilaian meliputi kualitas produk, variasi olahan, kebersihan, kemasan, kemampuan bekerja sama, responsivitas kelompok hingga capaian penjualan.

“Hasil kurasi menjadi dasar bagi kami untuk menentukan pola pembinaan selanjutnya, memilih Poklahsar unggulan, sekaligus memberikan kesempatan mengikuti berbagai kegiatan promosi di tingkat daerah maupun regional. Dengan demikian, pembinaan yang dilakukan menjadi lebih terarah dan berbasis kinerja,” jelasnya.

Sejak diluncurkan pada April 2025, kegiatan NYERBU telah melibatkan 23 dari 29 Poklahsar binaan DKPPP serta menggandeng mitra pengolahan ikan seperti PT BeeJay Seafood dan CV Tiga Liong. Berbagai produk olahan ikan ditawarkan kepada masyarakat, mulai dari empek-empek, bakso ikan, otak-otak, lumpia ikan, sempol ikan, wonton ikan hingga olahan inovatif seperti donat dan es krim rumput laut.

Fitriawati menyebut inovasi tersebut memberikan dampak ganda. Selain meningkatkan akses pemasaran dan pendapatan pelaku usaha, NYERBU juga mendukung peningkatan konsumsi ikan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas gizi, memperkuat ketahanan pangan, dan mencegah stunting.

“Yang kami bangun bukan hanya pasar, tetapi juga kebiasaan. Ketika masyarakat terbiasa mengonsumsi ikan setiap pekan, manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang, baik bagi kesehatan masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi pelaku usaha perikanan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa salah satu keunggulan NYERBU adalah pelaksanaannya yang memanfaatkan sumber daya yang telah tersedia sehingga tidak memerlukan anggaran khusus. Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Poklahsar, UMKM, penyuluh perikanan serta dukungan media publikasi digital.

Menurutnya, konsep yang sederhana tersebut membuat NYERBU mudah direplikasi oleh berbagai pihak, baik instansi pemerintah, sekolah, kelurahan maupun komunitas masyarakat yang ingin mengembangkan budaya gemar makan ikan sekaligus memberdayakan UMKM lokal.

“Harapan kami, NYERBU tidak hanya menjadi inovasi milik DKPPP Kota Probolinggo, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam meningkatkan konsumsi ikan dan memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi perikanan lokal,” pungkas Fitriawati.