PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah melalui inovasi KOPI SIAGA (Toko Pengendali Inflasi Harga) yang dikembangkan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP). Inovasi ini hadir sebagai solusi penyediaan bahan pangan strategis dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo, Ir. Fitriawati, mengatakan KOPI SIAGA lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan intervensi pemerintah yang lebih berkelanjutan dalam menjaga stabilitas harga pangan. Sebelum inovasi ini dikembangkan, upaya pengendalian harga masih didominasi kegiatan pasar murah yang bersifat insidental sehingga belum mampu menjamin akses masyarakat terhadap pangan murah setiap saat.
“KOPI SIAGA kami hadirkan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Probolinggo untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau sepanjang tahun. Inovasi ini bukan hanya toko pangan, tetapi menjadi instrumen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan, mengendalikan inflasi, dan memperkuat ketahanan pangan,” ujar Fitriawati.
Menurutnya, KOPI SIAGA mengintegrasikan berbagai program stabilisasi pangan dalam satu layanan. Komoditas yang dijual meliputi Beras SPHP, Minyakita, gula pasir, tepung terigu, garam, telur ayam ras, telur puyuh, cabai, tomat, bawang merah, bawang putih, mi instan, air mineral, hingga berbagai kebutuhan pangan lainnya dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Tidak hanya mengandalkan stok dari pemerintah, KOPI SIAGA juga membangun jaringan kemitraan dengan Badan Pangan Nasional, Perum BULOG, distributor, koperasi, serta pelaku usaha pangan guna memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
Sebagai bentuk pengembangan inovasi, pada 17 Juli 2025 Pemerintah Kota Probolinggo melalui KOPI SIAGA menandatangani Perjanjian Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan Koperasi Putra Berkah Kabupaten Blitar. Kerja sama tersebut dilakukan untuk memperkuat rantai pasok pangan strategis dan menjaga kesinambungan distribusi komoditas.
Selain itu, sepanjang tahun 2026 KOPI SIAGA juga berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara rutin setiap minggu. Distribusi pangan pada kegiatan tersebut turut didukung oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Malang dan PT Pos Indonesia sehingga penyaluran komoditas menjadi lebih efektif dan menjangkau masyarakat lebih luas.
Fitriawati menjelaskan bahwa inovasi ini terus menunjukkan perkembangan yang positif. Pada tahun 2025, KOPI SIAGA telah dimanfaatkan oleh 517 masyarakat, sedangkan hingga Juli 2026 jumlah penerima manfaat meningkat menjadi 1.941 masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat terhadap KOPI SIAGA terus meningkat. Hal ini terlihat dari bertambahnya jumlah penerima manfaat serta meningkatnya aktivitas transaksi di KOPI SIAGA. Kami berharap inovasi ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” katanya.
Dari sisi kinerja pelayanan, omzet penjualan KOPI SIAGA tercatat mencapai Rp529.171.500,00 pada tahun 2025. Sementara selama periode Januari hingga Juli 2026, omzet telah mencapai Rp415.005.500,00.
Selama periode tersebut, KOPI SIAGA juga telah menyalurkan 19,41 ton Beras SPHP dan 7.775 liter Minyakita, disertai berbagai komoditas pangan strategis lainnya sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Kota Probolinggo.
Menurut Fitriawati, kekuatan utama KOPI SIAGA terletak pada model kolaborasi yang melibatkan pemerintah, lembaga vertikal, koperasi, pelaku usaha, hingga masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkuat sistem distribusi pangan sekaligus meningkatkan efektivitas pengendalian inflasi di daerah.
“Kami membangun kolaborasi yang saling menguatkan, mulai dari penyediaan pasokan, distribusi, hingga pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, KOPI SIAGA tidak hanya menjadi tempat masyarakat membeli bahan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Probolinggo dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah,” jelasnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Probolinggo akan terus mengembangkan KOPI SIAGA melalui perluasan jejaring kemitraan, peningkatan jenis komoditas, serta penguatan sistem distribusi pangan agar manfaat inovasi ini semakin luas. Selain mendukung pengendalian inflasi, KOPI SIAGA diharapkan menjadi model inovasi daerah yang dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lain dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh dan berkelanjutan.
